Strategi Marketing dan Pemasaran Online Untuk Property Syariah Gila Closing [1]Strategi Marketing dan Pemasaran Online Untuk Property Syariah Gila Closing [1]

Indo Properti Syariah saat ini telah melakukan sedikitnya riset kepada agen marketing dan pemasaran online untuk property syariah.

Terdapat dua jenis strategi marketing dan pemasaran online untuk property syariah ini, terutama yang gila closing maka penerapannya harus sejalan antara strategi satu dan strategi 2. Tetapi, ketika Anda memenuhi hal 1 saja, sebetulnyaa insyaa Allah akan terjadi closing atau penjualan. Tetapi akan lebih gila closing lagi apabila ditambah dengan hal yang kedua.

Mari kita membahas terlebih dahulu strategi pemasaran online dalam menjual property.

Skill dalam artian adalah kemauan untuk belajar dan praktek. Saya melihat bahwa tidak sedikit orang telah berhasil mencapai keinginannya dengan kemauan keras. Ketika diarahkan langsung mengikuti dan praktek. Kemudian saat terkendala sesuatu pada praktek akan bertanya. Bahkan, terus mencoba sampai menemukan formula sendiri.

Pada marketing property syariah pun begitu, kadang kita yang baru gabung tidak mempercayai bahwa mudahnya menjual rumah melalui online. Banyak hal yang dipertimbangkan ketika akan menjual, akhirnya tidak bergerak dan tertinggal oleh orang yang langsung mau praktek dengan pengarahan ilmu.

Bagi Pemula Terdapat Kesalahan Dalam Strategi Marketing Online Untuk Property Syariah, sebagai berikut :

  1. Tidak mau bergerak dan memasang iklan karena meremehkannya

Kesalahan marketing property pertama adalah ketika diarahkan untuk memasang di tempat jualan atau marketplace seperti olx, rumahdijual, urbanindo, tokopedia, bukalapak, kaskus dll (bukan facebook, bukan twitter, bukan Instagram). Malah meneliti terlebih dahulu gerakan orang lain, dimana tidak mempercayai bahwa memasang di tempat market place tersebut akan memaksimalkan penjualan bagi pemula.

  1. Terlalu lama mempelajari dan memahami produk knowledge yang diberikan

Pada saat menjual memang membutuhkan pengetahuan akan produk. Tetapi, ketika kita belum pernah terjun kepada property syariah maka mempelajarinya terlebih dahulu akan terlalu lama dan akan lupa kembali jika tidak dipraktekan.

Padahal, ketika menjual dan difasilitasi tentu bukanlah masalah ketika ada pertanyaan. Justru proses memahami produk dan memahami syariah akan dipelajari ketika pembeli bertanya. Itu yang Indo Properti Syariah dapatkan selama ini. Walaupun pada prinsipnya mempelajari product knowledge terutama dibidang properti perumahan tentu sangat diwajibkan.

  1. Malas menjawab pertanyaan dari peminat atau calon pembeli

Masalah dan kesalahan ini memang sangat aneh karena sejak awal bersiap diri untuk menjual, kemudian memasang iklan. Tapi, pada saat memiliki peminat malah diabaikan. Bahkan, dibalas sepertlunya dengan mengirim brosur dan pricelist saja.

Pembelian akan terjadi ketika peminat tersebut dilayani dengan jawaban memuaskan dan hangat. Memuaskan artinya pertanyan yang dimaksud oleh peminat telah terjawab, bahkan ditambah dengan informasi lain. Sedangkan hangat adalah menyebut namanya seperti kontak antara sahabat dan mengarahkan untuk menolongnya.

Pembeli itu pasti mengontak marketing lain jika pertanyaan tidak terjawab memuaskan. Selain itu, mereka tentu mencari banyak referensi rumah selain kepada produk yang Anda jualkan.

Misalnya : Saya mencari rumah di kota bogor, tentu saya akan mengetik di google “rumah syariah di bogor”, kemudian muncul banyak list iklan perumahan syariah yang berada di bogor. Terdapat banyak iklan disana termasuk produk A, produk B, produk C. Selain produknya beragam, tentu marketingnya juga banyak. Ketika saya mendapatkan informasi iklan itu, maka langkah selanjutnya adalah mengontak seluruh marketing yang terlihat terpercaya dan mencari produk yang cocok diantara A, B dan C. 

Tentu pada hal diatas, faktor kepincut atau faktor ketertarikan lebih dalam akan didapatkan oleh saya dimana marketingnya bisa membuat arahan agar lebih suka lagi kepada produk tersebut. 

Kadang, faktor membeli seseorang itu karena tertarik dengan penjelasan marketing (seperti soal perbedaan syariah dijelaskan). Selain itu, marketing yang ramah dan enak diajak sharing juga salah satu faktor closing.

Sampai-sampai kami Indo Properti Syariah merasakan kekuatan kepercayaan melebihi segalanya. Beberapa kali, terdapat pembeli perumahan syariah tanpa survey. Hmm, seperti membeli baju ratusan ribu saja yah. Lewat online dan kekuatan ilmu marketing memang sangat mudah menjual apapun dan dimanapun.

Jadi, cobalah memperkenalkan diri, membuat kita lebih dipercaya, sering menceritakan hal lain yang mungkin bisa menjadi bahan pembicaraan. Pelajarilah ilmu psikologi dan menjual dengan persuasif.

Perlu diingatkan kembali bahwa akan terjadi penjualan ketika adanya interaksi tanya jawab yang hangat antara pembeli dan penjual. Selain itu, pembeli akan merasa nyaman ketika melakukan transaksi dengan orang yang dikenal atau dipercaya.

Setelah diberikan penjelasan diatas, kadang ada masalah yang sangat mendasar.

Pertama adalah masalah gengsi
Kedua adalah masalahnya banyak yang alergi jualan

Saya yakin, setiap orang ingin rezekinya mengalir deras. Tapi sayang, tidak banyak dari mereka yg mau bekerja keras. banyak pengusaha ingin bisnisnya jalan tetapi mereka tidak suka jualan. hehe

Penyakit paling mematikan pengusaha adalah alergi jualan. Kebanyakan mereka malas jika diminta menjualkan sesuatu. Jika hal ini dipertahankan, maka cepat atau lambat ia akan merana .

Banyak pengusaha bangkrut bukan karena SDM nya kurang atau operasionalnya bermasalah, atau pengaturan keuangan kacau, melainkan karena tidak bisa jualan

Ingat uang datang karena jualan, intinya bagaimana memindahkan uang dari dompet atau rekening orang lain menuju dompet atau rekening kita secara Halal adalah dengan berjualan

Tanpa penjualan maka merana, bagaimana bisa membayar keperluan yang rutin jika jualannya loyo dan kadang-kadang

Allah itu selain menilai niat juga menilai proses dan usaha, urusan hasil itu hak Allah yg menentukan

Tapi ingat! action atau usaha juga harus dengan ilmu, maka dari itu ilmu mutlak harus dikejar

llmu itu terang, sementara fakir itu gelap. Maka milikilah ilmu agar menjauhi kefakiran

Begini intinya, memantaskan diri dari dua sudut
1. Ilmu (dunia dan akhirat)
2. Ibadah dan Amal

Clear sahabat?

Siapa yang masih malu jualan?
Bukankah Nabi muhammad SAW gemar berdagang?

Siapa yang masih ragu bisa kaya dengan jualan?
Berarti belum tahu kisah para sahabat..hehe…

Siapa yang merasa diri pesimis tidak bisa menjualkan barang dagangan?
Maka tidak percaya kekuatan Allah dan tidak mau belajar (su’uzhon dan pesimis serta pemalas)

Lebih baik berbenah dari pada tersinggung

Siapa negara yang sekarang ini memiliki kekuatan ekonomi dengan jualan?
China (Gemar Jualan Walaupun Produk Tiruan)

Semoga Allah memberikan kepada kita ilmu yang bermanfaat.

Materi 1 mengenai strategi marketing dan pemasaran online untuk property syariah telah diberikan.

Masih mau lanjut untuk menemukan Materi 2?

Silahkan cari disini “Strategi Menjemput Rezeki Tanpa Basa Basi”

3 thoughts on “Strategi Marketing dan Pemasaran Online Untuk Property Syariah Gila Closing [1]”

  1. Jazakalloh khair ilmunya..
    Yuk ACTION!!
    “BEKERJALAH seolah2 kau HIDUP 1000 thn lagi tapi BERIBADAHLAH seolah2 kau MATI esok hari”..(seimbangkan DUNIA dan AKHIRAT)..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *