Jual Beli Property dan Rumah Bekasi Sistem Syariah TerbaruJual Beli Property Dan Rumah Syariah Bekasi Dengan Sistem Pertemuan Gathering Konsumen Lebih Efektif

Begitu mudahnya menjual perumahan di Bekasi karena setiap tahun mengalami peningkatan grafik pada tingkat kebutuhan hunian rumah murah

Alhamdulillah, peningkatan permintaan terhadap tempat tinggal dan rumah impian masyarakat Indonesia khususnya Bekasi dan Bogor sejalan dengan bertumbuhnya Developer Property Syariah dengan sistem perumahan tanpa riba.

Ada beberapa kekurangan dari sistem yang diberlakukan developer saat ini menurut Indo Properti Syariah. 

Pertama. Pihak pengembang atau developer rumah ini membeli terlebih dahulu tanah tanpa memperhatikan permintaan konsumen. Hal ini akan berakibat fatal jika ternyata uang telah keluar untuk membeli tanah, tetapi konsumen tidak begitu banyak atau sepi peminat. Ingat! bukan berarti menjual tanpa memastikan lahan dimiliki terlebih dahulu oleh developer atau pengembang. Intinya pada mencari tahu peminat lokasi tersebut.

Kedua. Sistem yang diberlakukan yaitu indent (*sistem pesan bangun), belum tentu diterima oleh masyarakat di suatu daerah. Misalnya di kabupaten yang belum aware atau percaya terhadap pihak pengembang yang memang saat ini banyak menerapkan sistem pesan bangun tersebut. Contohnya di kota A, mereka sangat menolak sistem pesan bangun karena memiliki riwayat developer yang mangkrak dan banyak yang tertipu. Penjualan harus lebih ekstra dengan pertemuan dan lain hal sebagainya.

Ketiga. Sistem pembayaran uang muka atau Dp terlalu besar. Ini merupakan kekurangan dari pihak property syariah indonesia saat ini. Membutuhkan uang muka hingga 30 persen untuk setiap unitnya. Insyaa Allah ada solusi saat ini dengan sistem rumah tanpa riba dan tanpa uang muka atau Dp.

Nah, dengan beberapa kekurangan tersebut, maka untuk penjualan kpr syariah ini lebih baik menerapkan sistem pertemuan gathering konsumen. Pada saat sebelum melakukan penjualan maka pihak developer harus melakukan survey terlebih dahulu dan melisting orang yang ingin membeli jika dibuka perumahan baru di lokasi tersebut. Lebih akurat datanya dan lebih ada gambaran pasti kedepannya untuk segi penjualan.

Inilah Jual Beli Property Rumah Syariah di Bekasi Dengan Sistem Pembayaran Nomor Urut Pemesanan

Sebelum launching sudah bayar
Sebelum pertemuan sudah bayar
Tingkat closing tinggi

Solusi 1. Contoh : Tanah yang akan direncanakan dibeli terlebih dahulu diikat oleh perjanjian bahwa akan dibayar ketika peminat mencapai 100 orang dari jumlah perencanaan 30 unit rumah. Hal ini cukup fair karena tidak memberatkan pihak developer property syariah karena pada hakikatnya harus berhati-hati dalam mengeluarkan biaya. 

Solusi 2. Anggap saja peminat sudah mencapai target, maka proses selanjutnya menyusun rencana Gathering Pertemuan yang dilakukan dekat dengan lokasi lahan. Acara dihadiri oleh seluruh orang yang meminati lokasi tersebut dan telah mempersiapkan dana (booking fee atau uang muka). Hal ini dapat membuat emosional konsumen meningkat karena melihat banyak orang yang meminati lokasi tersebut dan ingin membelinya.

Solusi 3. Ketika survey peminat sudah ada dan waktu gathering sedikitnya sudah terlihat maka diberlakukan sistem pemesanan unit dengan membayar sejumlah uang. Contoh : Lokasi rumah di Bekasi memiliki jumlah unitnya 30 dari total 100 peminat. Bagaimana jika mereka berebut saat Gathering dan keadaan tidak kondusif?
Bagaimana jika peminat tersebut tidak datang saat Gathering?
Bagaimana jika peminat tersebut tidak serius dalam membeli property saat Pertemuan?

Pertanyaan diatas tentu jawabannya ada pada validasi dan verifikasi data peminat dengan cara memfilter kembali yaitu memberlakukan sistem pembayaran sejumlah dana yang disebut Nomor Urut Pemesanan (NUP).

Jadi, NUP memiliki besaran Rp 100rb-1jt perunit. Hal ini sebagai pengikat dan keseriusan calon pembeli agar datang saat pertemuan gathering konsumen dan sebagai urutan beli sehingga keadaan kondusif tidak berebut.

Siapa yang bayar NUP paling awal maka berhak memilih unit sesuai urutan. Contoh : Buyer A bayar NUP dengan urutan nomor 1, maka sebelum Buyer A memilih unit, maka urutan 2 dan seterusnya tidak bisa memilih terlebih dahulu. Setuju kah?

Lalu,
Bagaimana jika calon pembeli tidak suka lahannya?
Bagaimana jika ternyata ada beberapa yang tidak jadi membeli?

Semua kemungkinan bisa terjadi, maka NUP itu hanyalah uang komitmen dan sebagai bahan untuk membuat calon pembeli lebih serius dan akan datang ketika gathering pertemuan diadakan.

Ingat! NUP akan hangus ketika tidak datang saat pertemuan. Tetapi jika tidak jadi membeli atau datang gathering lalu tidak jadi ambil unit, maka uang dikembalikan 100 persen.

Nah, sistem baru untuk perumahan Bekasi ini telah diterapkan di beberapa kota dibawah naungan Hasanah Land Group. Kami Indo Properti Syariah akan memberlakukan hal ini pada proyek perumahan di Bekasi.

Berikut adalah Hasil Jual Beli Property dan Perumahan Syariah Sistem Bayar NUP

Setelah diterapaknnya sistem survey peminat, pembayaran NUP dan dalam satu kali Gathering bisa meningkatkan penjualan property secara signifikan. Tingkat closing tinggi karena metode telah teruji. Seperti beberapa hari yang lalu di Padang dan Batam, bisa closing sampai 50 persen hanya dalam 1 kali gathering selama 1 hari. One Day Gathering Full Closing.. Aamiin

Siap mendapatkan produk rumah Bekasi?

Mau membantu perkembangan property syariah?

Adakah pertanyaan? silahkan kontak

Selengkapnya daftar waiting list di “Pre Launching Gathering Konsumen”

informasi kontak indo property syariah rumah tanpa riba

 Bagi seluruh marketing property yang handal. Silahkan daftarkan diri Anda. Apabila ada pertanyaan dan koreksi maka kontak grup kami. Terima Kasih 

Salam Hangat Kami

Perumahan Sistem Kpr Syariah Kepada Developer Property Syariah Tanpa Bank Tanpa Bi Checking

Perumahan Kpr Syariah Developer Property Syariah

Perumahan Sistem Kpr Syariah Developer Property Syariah Tanpa Bank Tanpa Riba

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *